Tuntunan Umroh Sesuai Dalil: Dari Ihram sampai Tahallul
Langkah demi langkah umroh, dipisah antara rukun dan sunnah, lengkap dengan teks Arab, bacaan, dan dalilnya
Umroh punya urutan yang dituntunkan, dan mengikutinya membuat ibadahmu sah sekaligus terasa tenang. Banyak jamaah pertama gugup karena belum hafal langkahnya, padahal urutannya sederhana begitu dipahami satu per satu.
Tulisan ini merangkum tata cara umroh dari awal sampai selesai. Setiap langkah kami tandai apakah ia rukun (penentu sah) atau sunnah (penambah pahala), lengkap dengan teks Arab, bacaan, dan dalilnya.
Ihram (niat), tawaf, sa'i, dan tahallul. Bila salah satunya tertinggal, umroh belum sah. Selebihnya adalah sunnah yang menyempurnakan dan menambah pahala.
1. Ihram dan Niat dari Miqat (Rukun)
Umroh dimulai dengan ihram dari miqat, yaitu batas tempat yang Rasulullah ﷺ tetapkan untuk mulai berniat. Setelah sampai di miqat, niatkan umroh dengan mengucapkan:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaika Allahumma 'umratan
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk berumrah.
Sebelum berihram, ada beberapa hal sunnah: mandi, memakai wewangian di badan bagi laki-laki, lalu mengenakan dua helai kain ihram. Batas miqat sendiri ditetapkan langsung oleh Nabi ﷺ.
"Tempat-tempat itu adalah miqat bagi penduduk negeri tersebut dan bagi yang melewatinya, dari orang yang hendak menunaikan haji atau umrah." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Memperbanyak Talbiyah (Sunnah)
Sejak berihram, perbanyak talbiyah, dan bagi laki-laki disunnahkan mengeraskan suaranya sampai mulai tawaf.
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaik Allahumma labbaik. Labbaik laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.
Dari Ibnu Umar, beliau berkata bahwa talbiyah Rasulullah ﷺ berbunyi: "Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak." (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Tawaf Tujuh Putaran Mengelilingi Ka'bah (Rukun)
Sesampainya di Masjidil Haram, lakukan tawaf tujuh putaran mengelilingi Ka'bah, dimulai dan diakhiri dari Hajar Aswad.
"...dan hendaklah mereka melakukan tawaf di Baitullah yang tua (Ka'bah)." (QS. Al-Hajj: 29)
Mulailah dari Hajar Aswad sambil bertakbir. Bagi laki-laki, sunnah berjalan cepat (raml) pada tiga putaran pertama. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, sunnah membaca:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban naar.
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Al-Baqarah: 201)
4. Shalat Dua Rakaat di Maqam Ibrahim (Sunnah)
Selesai tawaf, kerjakan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan. Tempat ini Allah sebut sebagai tempat shalat.
"...Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat." (QS. Al-Baqarah: 125)
Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah dianjurkan membaca surah Al-Kafirun, dan pada rakaat kedua surah Al-Ikhlas, mengikuti tuntunan Nabi ﷺ (HR. Muslim). Kalau tempatnya penuh, shalatlah di mana saja di dalam masjid.
Keutamaan Umroh: Dalil Al-Qur'an dan Hadits yang Menguatkan Niat
Sini, Saya Jelaskan Tahap Persiapan Umroh Mandiri dari Nol
Panduan Lengkap Umroh Mandiri 2026: Cara, Biaya, Visa, Hotel, hingga Itinerary
5. Sa'i Tujuh Kali antara Safa dan Marwah (Rukun)
Setelah itu, lakukan sa'i tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah. Keduanya termasuk syiar Allah.
"Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian dari syiar (agama) Allah. Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya." (QS. Al-Baqarah: 158)
Saat naik ke Safa, menghadaplah ke Ka'bah, lalu bertakbir dan sunnah membaca:
لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Tiada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Bacaan ini mengikuti yang Nabi ﷺ baca saat berdiri di bukit Safa (HR. Muslim). Bagi laki-laki, sunnah berlari kecil di antara dua tanda hijau, sedangkan wanita berjalan biasa.
6. Tahallul, Mencukur atau Memendekkan Rambut (Rukun)
Umroh ditutup dengan tahallul, yaitu mencukur atau memendekkan rambut. Allah menyebut keduanya di dalam Al-Qur'an.
"...dalam keadaan mencukur rambut kepala dan memendekkannya..." (QS. Al-Fath: 27)
"Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Bagi laki-laki, mencukur habis lebih utama, sedangkan wanita cukup memendekkan rambut sepanjang ujung jari. Setelah tahallul, seluruh larangan ihram kembali halal, dan umrohmu selesai.
Itulah urutan umroh dari ihram sampai tahallul, dengan rukun dan sunnahnya yang jelas. Hafalkan empat rukunnya, bawa catatan bacaannya, dan sisanya akan mengalir dengan tenang saat kamu di sana.
Sudah siap melaksanakan umroh pertama kamu?

