Catatan pribadi dari perjalanan umroh
yang kami jalani sendiri.
Bisa Umroh adalah blog berisi pengalaman pribadi seputar umroh mandiri — catatan perjalanan tanpa travel agent, mengurus visa, tiket, hotel, dan transportasi sendiri, lalu menapaki setiap rukun dari miqat hingga wada'. Yang kami tulis di sini adalah yang benar-benar kami lalui: keraguan di hari-hari pertama, kekeliruan kecil yang sempat kami buat, dan momen-momen tenang yang ingin kami bagikan supaya Anda tidak merasa sendirian saat mempersiapkan keberangkatan.
Proyek ini non-profit. Tidak ada paket yang kami jual, tidak ada iklan, tidak ada komisi rujukan. Seluruh tulisan dibagikan sebagai sedekah ilmu — dengan harapan Allah menerima setiap huruf sebagai amal jariyah bagi kami dan siapa saja yang turut membaca serta meneruskannya.
Juga hadir di aplikasi Android & iPhone
Selain blog ini, Bisa Umroh hadir sebagai pendamping digital di aplikasi Android dan iPhone — teman belajar manasik yang bisa Anda buka 24 jam dari saku Anda. Aplikasinya ringan, bebas iklan, dan dirancang untuk menjawab pertanyaan singkat tentang doa, rukun, larangan ihram, maupun adab-adab keseharian selama di Tanah Suci. Ia tidak menggantikan ustadz Anda di dunia nyata, melainkan menemani di saat buku panduan tertinggal di koper.
Yang kami tulis di sini
- Pengalaman menempuh setiap rukun: niat, miqat, ihram, tawaf, sa'i, tahallul, ziarah Madinah, tawaf wada'.
- Doa-doa yang kami baca di setiap tempat, beserta transliterasi dan terjemahan sederhananya.
- Adab yang kami coba jaga — ketika memasuki Masjidil Haram, berdoa di Multazam, berpapasan dengan jamaah dari berbagai negeri.
- Refleksi ruhani dan catatan-catatan kecil yang membantu kami memaknai perjalanan, bukan hanya menyelesaikannya.
Harapan kami
Bacalah dengan tenang. Kirimkan ke saudara yang hendak berangkat. Jika Anda menemukan kekeliruan pada tulisan kami, mohon beritahu — kami bukan ustadz, hanya sesama jamaah yang ingin saling membantu, dan setiap koreksi adalah hadiah.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” — HR. Ahmad

