manasik

Perjalanan Umroh Langkah demi Langkah: Ihram, Tawaf, Sa'i, dan Tahallul

Menyusuri empat rukun umroh secara berurutan, supaya kamu tahu apa yang terjadi di setiap langkah sebelum berangkat.

oleh Redaksi Bisa Umroh4 Juli 20265 menit baca

Banyak dari kita hafal kata umroh sejak kecil, tetapi belum tentu terbayang apa yang sebenarnya kita lakukan begitu sampai di Masjidil Haram. Rangkaiannya sebetulnya ringkas dan runtut, dan setiap langkah punya makna yang bisa kamu rasakan pelan-pelan.

Tulisan ini mengajak kamu menyusuri perjalanan umroh langkah demi langkah, mulai dari niat ihram sampai tahallul yang menutup ibadah. Kalau kamu memahami urutannya lebih dulu, hatimu akan lebih tenang saat benar-benar berdiri di pelataran Ka'bah nanti.

Ringkasan Empat Rukun Umroh

Umroh berdiri di atas empat rukun yang dikerjakan secara berurutan. Kamu bisa membaca tabel ini sebagai peta ringkas sebelum kita bahas satu per satu.

UrutanRukunInti kegiatan
1IhramBerniat dan mengenakan pakaian ihram dari miqat
2TawafMengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran
3Sa'iBerjalan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali
4TahallulMencukur atau memendekkan rambut sebagai penutup

Ka'bah di tengah Masjidil Haram menjadi pusat rangkaian ibadah umroh

Empat rukun ini sifatnya wajib ada, sehingga umrohmu belum lengkap kalau salah satunya terlewat. Selebihnya ada amalan sunnah yang menyertai, dan itu kita bahas di bagian akhir.

1. Ihram: Niat dan Pakaian yang Menandai Mulainya Ibadah

Ihram adalah gerbang masuk seluruh rangkaian. Di sinilah kamu berniat umroh di dalam hati, lalu mengucap talbiyah, kalimat "Labbaik Allahumma labbaik" yang menandai kamu memenuhi panggilan-Nya.

Penerbangan menuju Tanah Suci, tempat banyak jemaah mengambil miqat dan berihram di udara

Niat ini kamu ambil di miqat, yaitu batas tempat yang sudah ditentukan untuk memulai ihram. Kalau berangkat dengan pesawat, sering kali miqat kamu lewati di udara, jadi kru penerbangan biasanya mengumumkan waktunya supaya kamu bisa bersiap lebih awal.

Untuk laki-laki, pakaian ihram berupa dua helai kain putih tanpa jahitan, satu diselempangkan dan satu dililitkan. Untuk perempuan, pakaiannya adalah busana muslimah biasa yang menutup aurat dengan wajah dan telapak tangan tetap terbuka.

Penting
Sejak berihram, ada beberapa larangan yang berlaku sampai tahallul, misalnya memakai wangi-wangian, memotong kuku, dan mencabut rambut. Pahami daftarnya sejak dari tanah air supaya kamu tidak keliru saat sudah di perjalanan.

2. Tawaf: Mengelilingi Ka'bah Tujuh Putaran

Setelah sampai di Masjidil Haram, kamu menuju Ka'bah untuk memulai tawaf. Putaran dimulai dari arah Hajar Aswad, bergerak berlawanan arah jarum jam, dan kamu selesaikan sebanyak tujuh kali.

Jemaah mengelilingi Ka'bah dalam tawaf dilihat dari ketinggian

Saat sejajar dengan Hajar Aswad, kamu mengangkat tangan sambil mengucap "Allahu Akbar" sebagai tanda memulai setiap putaran. Sepanjang tawaf, kamu bebas memperbanyak doa dengan bahasa yang paling kamu pahami, karena yang penting adalah kehadiran hati.

Kepadatan di sekitar Ka'bah bisa berubah tajam tergantung waktu. Kalau tujuanmu lebih tenang, pilih jam yang lebih lengang seperti larut malam atau selepas subuh, dan tetap jaga jarak aman dengan jemaah lain.

Artikel terkait
Tuntunan Umroh Sesuai Dalil: Dari Ihram sampai Tahallul
Keutamaan Umroh: Dalil Al-Qur'an dan Hadits yang Menguatkan Niat

3. Sa'i: Berjalan antara Shafa dan Marwah

Selepas tawaf, kamu menuju bukit Shafa untuk memulai sa'i, yaitu berjalan bolak-balik antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari Marwah kembali ke Shafa dihitung satu kali lagi.

Lorong sa'i yang menghubungkan Shafa dan Marwah dipenuhi jemaah

Amalan ini mengenang perjuangan Siti Hajar yang berlari mencari air untuk putranya, Ismail, sampai akhirnya memancar air zamzam. Ada dua tanda lampu hijau di lintasan, dan khusus laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil di antara kedua tanda itu.

Jarak totalnya cukup panjang, jadi atur napas dan langkahmu sejak awal. Kalau kondisimu terbatas, tersedia jalur untuk kursi roda supaya kamu tetap bisa menuntaskan seluruh putaran dengan nyaman.

4. Tahallul: Mencukur atau Memendekkan Rambut

Tahallul adalah penutup rangkaian umroh. Di sinilah kamu mencukur atau memendekkan rambut sebagai tanda bahwa ibadah sudah tuntas dan larangan ihram kembali gugur.

Menggunting rambut sebagai tahallul yang menutup rangkaian ibadah umroh

Untuk laki-laki, mencukur seluruh rambut kepala lebih utama, sedangkan memendekkan secara merata tetap diperbolehkan. Untuk perempuan, cukup memotong ujung rambut sekitar satu sampai dua sentimeter, sehingga tidak perlu mencukur.

Begitu tahallul selesai, seluruh larangan ihram terangkat dan kamu kembali ke keadaan biasa. Rasa lega yang muncul di titik ini sering menjadi momen paling berkesan sepanjang perjalanan.

Amalan Sunnah yang Menyertai

Selain empat rukun di atas, ada beberapa amalan sunnah yang menambah kesempurnaan umrohmu. Kamu boleh mengerjakannya sesuai kemampuan tanpa memaksakan diri.

  • Idtiba saat tawaf, yaitu membuka bahu kanan dengan menyelempangkan kain ihram ke bawah ketiak, khusus laki-laki.
  • Raml pada tiga putaran pertama tawaf, yaitu berjalan cepat dengan langkah pendek, juga khusus laki-laki.
  • Salat dua rakaat setelah tawaf, diusahakan dekat Maqam Ibrahim bila keadaan memungkinkan.
  • Minum air zamzam sebelum memulai sa'i, sambil memperbanyak doa yang kamu harapkan.
Tips
Hafalkan urutan besarnya lebih dulu, yaitu ihram, tawaf, sa'i, lalu tahallul, dan biarkan detail doanya menyusul. Dengan begitu kamu bisa fokus menikmati ibadah tanpa panik mengingat teks.

Setelah Tahallul: Melanjutkan ke Madinah

Rangkaian rukun umroh selesai di Makkah, tetapi banyak dari kita menyempatkan diri berziarah ke Madinah untuk salat di Masjid Nabawi. Ziarah ini termasuk amalan pelengkap di luar rukun umroh, sehingga sifatnya menambah ketenangan perjalanan.

Masjid Nabawi di Madinah saat senja menjelang, tujuan ziarah setelah umroh

Di Madinah kamu bisa memperbanyak salat, membaca Al-Qur'an, dan berziarah ke tempat bersejarah dengan suasana yang lebih lapang. Momen ini sering menjadi penutup yang menenangkan sebelum kamu pulang ke tanah air.

Penutup

Perjalanan umroh sebenarnya sederhana kalau kamu memandangnya sebagai empat langkah yang runtut, yaitu berniat dalam ihram, mengelilingi Ka'bah dalam tawaf, berjalan dalam sa'i, dan menutupnya dengan tahallul. Yang membuatnya terasa berat biasanya soal hati yang belum sempat kita siapkan, sedangkan urutan langkahnya sendiri tergolong mudah diikuti.

Karena itu, sisihkan waktu untuk memahami setiap langkah sejak dari rumah, supaya begitu tiba di Tanah Suci kamu tinggal menghayati. Semakin tenang persiapanmu, semakin dalam pula rasa yang bisa kamu bawa pulang.

Tulisan lanjutan yang mungkin berguna:

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umroh karena Allah." (QS. Al-Baqarah: 196)

✦ ✦ ✦